Idola Cilik, itulah nama sebuah program acara di salah satu statsiun televisi swasta. Tujuannya memang baik, bahkan sangat baik yaitu membentuk serta membangun bakat yang terpendam dari Anak Indonesia. Tetapi apakah Anda tahu, program tersebut merupakan salah satu bentuk Eksploitasi Anak. Oleh Karena itu pada blog ini saya akan jelaskan mengenai konsep Bentuk Eksploitasi Anak dan hubungannya dengan program acara tersebut.
Untuk menjelaskan definisi Eksploitasi Anak saya akan pisahkan pengertiannya menjadi dua hal, yakni Eksploitasi dan Anak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) eksploitasi adalah”
eks·ploi·ta·si /éksploitasi/ n 1 pengusahaan; pendayagunaan: – nikel di daerah itu dilakukan oleh perusahaan asing; 2 pemanfaatan untuk keuntungan sendiri; pengisapan; pemerasan ( tenaga orang): – atas diri orang lain merupakan tindakan yg tidak terpuji;
meng·eks·ploi·ta·si v 1 mengusahakan; mendayagunakan (perkebunan, tambang, dsb); 2 ki mengeruk (kekayaan); memeras (tenaga orang lain);
peng·eks·ploi·ta·si n orang yg mengeksploitasi orang lain: juragan juga menjadi ~ para pembantu “
Sedangkan pengertian anak menurut KBBI adalah “anak n 1 keturunan yg kedua”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa eksploitasi anak adalah pemanfaatan untuk keuntungan sendiri melalui anak dibawah umur. Dengan kata lain anak-anak digunakan sebagai media untuk mencari uang. Motivasi dari fenomena ini biasanya adalah karena faktor ekonomi.
Seharusnya masa kanak-kanak adalah masa bermain bukan masa untuk mencari uang. Dalam program tersebut jelas bisa dilihat tujuan dari orang tua untuk mendapatkan keuntungan materil. Menurut saya pribadi acara ini dapat mengubah pemikiran anak menjadi berpikir material. Padahal anak-anak masanya untuk belajar, bukan mengikuti acara seperti reality show di atas.
Ingat:
Anak-anak adalah anak-anak
Jangan diperlakukan seperti manusia dewasa pada umumnya yang telah memiliki beban rumah tangga. memang Kreatif, tetapi jangan alasan kreatif kita merusak unsur bangsa yang fundamental. Anak-anak adalah tunas bangsa, harapan bangsa dan unsur bangsa yang sangat fundamental berpengaruh terhadap kemajuan bangsa dan Negara Kita.
Jadi, Biarkanlah mereka belajar untuk menuntut ilmu.
Jangan hanya karena Kreatifitas.
Cita-Cita Bangsa Kandas.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »

